Sangkuriang

SEJARAH

     Berawal dari kepedulian para pemuda – pemudi RT.03 RW.02 yang cinta akan kesenian dan juga untuk lebih mempererat tali persaudaraan, mereka memiliki sebuah ide atau gagasan untuk membuat sebuah kesenian dibidang music. Berkat antusias dan semangat yang optimistis yang luar biasa pada tahun 2016 para pemuda – pemudi menyamakan misi dalam membentuk sebuah kesenian Musik .mengingat  potensi dari para pemuda – pemudi RT.03 RW.02 dibidang musik sebenarnya sudah memiliki bakat hanya saja bakat itu belum dikembangkan.

       Sejalan dengan keinginan tersebut para pemuda RT.03 RW.02 berkumpul membahas agenda utama membentuk sebuah kesenian dibidang music dan hal itu akhirnya disampaikan kepada tokoh masyarakat. Gayung pun bersambut para tokoh masyasrakat menyambut dengan terbuka mendukung dan mengapreasi keinginan para pemuda,

      Bapak cahyadi yang sekalu ketua RT.03 RW.02 dan tokoh masyarakat di wilayah tersebut akhirnya mengundang pemuda untuk menindak lanjuti. Untuk memperlancar kegiatan tersebut akhirnya keinginan para pemuda disampaikan melalui forum dan dibentuklah panitia untuk membuat sebuah kesenian dibidang music ( Tongprek ).

      Tongprek dipilih karena memiliki nilai – nilai budaya Indonesia yang perlu dilestarikan. Disamping itu pula agar kesenian ini dapat dikenal para generasi –generasi muda yang di era modern ini sudah mulai tersisih dengan budaya yang modern. Maka dari itu dalam mengemban sebuah misi melestarikan budaya tersebut pemuda berpikir kritis bagai mana cara melestarikan, mengembangkan dan menjadikan identitas atau jati diri.

       Berbagai kesenian di Desa Kemiri Barat dibidang music sudah beragam, meningat bahwasanya desa kemiri barat adalah desa Budaya ada kesenian Tongprek yang diwakili dari dukuh Kemiri Selatan,Boyong  dan Kemplaka. Kesenian music  Calung hanya diwakili oleh wilayah Kemiri Utara. Untuk Drumband / Marchingband sudah diwakili oleh lembaga pendidikan di desa kemiri barat yaitu okeh SD N Kemiri 01, SD N Kemiri 03, MTs,dan MA Darussalam.

       Melihat beragam kesenian tersebut para pemuda akhirnya berpikir dalam membentuk grup yang sekiranya beda dengan music yang sudah ada untuk lebih melengkapi.dan akhirnya para pemuda menyepakati untuk Mengkolaborasikan 3 kesenian music  yang ada yakni Tongprek, Calung dan Drumband / Marchingband.

FILOSOFI

       Sangkuriang dijadikan sebuah nama bukan karena tanpa alasan. Ada beberapa poin utama dari pengambilan sebuah nama tersebut .

  1. Legenda

       Sangkuriang merupakan tokoh legenda yang memiliki symbol kedekatan antara seorang anak dengan orang tua. Hal inilah yang mendasari nilai – nilai moral para anggota memiliki norma – norma yang baik. Kita tahu dalam cerita kalau tokoh ini memiliki sisi yang kurang baik yakni dengan menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya akan tetapi bukan teladan yang negative yang diambil sebagai teladannya. Akan tetapi dalam menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya yang dijadikan sebuah dasar terbentuknya grup music .di mana menempatkan music tongprek, calung dan drumband menjadi satu kesatuan yang utuh  yang mana sebenarnya kita tahu musik tongprek, calung dan drumband memiliki karakteristik sendiri-sendiri.

  1. Budaya

      Angklung merupakan alat music tradisional yang merupakan  symbol identitas kebudayaan masyarakat. disamping itu pula tertanam jiwa nasionalisme dengan menggunakan unsure budaya kedaerahan dengan mengkombinasikan nya dari segi alat musik maupun kostum.

         Untuk Kostum juga memiliki arti tersendiri yakni memadukan adat Bali dan Jawa yang mana pada intinya Bali dan Jawa kalau diartikan “ Bali ning Jowo “ Atau pulang kembali ke asal mula, dalam artian kita tidak melupakan identitas kita tersendiri akan Bangsa Indonesia pada umumnya ditengah peradaban jaman yang modern kita tidak lupa  akan budaya sendiri.

  1. Harmonisasi

       Dengan music Calung  dan Tongprek kita sudah mewakili unsur – unsur tradisional dan drumband yang mewakili unsur Modern. Sebagai warga tentunya kita tidak melupakan kebudayaan sendiri ditengah kehidupan yang serba modern akan tetapi kita juga harus berpikir lebih maju dengan tidak melupakan budaya sendiri, maka dari itu sebuah Harmonisasi diperlukan untuk menyeimbangkannya antara tradisional dan modern agar dapat sejalan dengan baik.

           Sangkuriang tersendiri sebenarnya merupakaan sebuah singkatan dari Suara Angklung Kolaborasi Anak Cungmbulung . Cungmubulung adalah nama gunung diwilayah kami mengingat kami tinggal di lingkungan desa dengan alam yang masih asri karena dari alam kita banyak banyak  belajar.

  Dari filosofi-filosofi itu akhirnya diberi nama Gema Sangkuriang yang mana merupakan grup music Kolaborasi antara Calung, Tongprek dan marchingband dimana inti nya adalah penggabuangan unsure music tradisional dengan unsure musikmodern menjadi satu kesatuan dalam 1 irama, Inti dari sebuah nama tersebut yaitu dengan music ini kita turut melestarikan budaya tradisional dengan memasukkkan unsure modern menjadi sebuah kesatuan yang seimbangdan sejalan dengan baik. Disisi lain kita ingin menjadi sebuah legenda dengan membawa nama dari mana kita berasal dari awal sampai akhir kita akan tetap dikenal dengan sangat baik dari generasi ke generasi. Dan juga untuk lebih mengeratkan tali persaudaraan khususnya diwilayah kita sendiri dan sekitarnya.

PROFIL

Nama Group : GEMA SANGKURIANG
Ketua : Chalimi
Diresmikan : Jumat, 20 Mei 2016
Alamat : RT.03/02  Desa Kemiri Barat  – Kecamatan Subah – Kabupaten Batang
HP/ WA : 082 322 022 761
BBM : D5735D4C
FACEBOOK : Gema  Sangkuriang
INSTAGRAM : @Gema _Sangkuriang     

 

Penampilan

________________________________________________________________________________

Facebook Comments